“Kadang kita takut untuk mencoba sesuatu karena kita merasa tidak bisa, tapi ternyata tidak jarang kita hanya meng-underestimate kemampuan kita sendiri.”

Podcast Bersegi Pandang Ep.1 #EverydayLife: Mencoba Hal Baru

Secara tidak sadar, mungkin kita pernah bertanya kepada diri sendiri, “Kenapa kita mencoba hal-hal baru dari waktu ke waktu?”.

Mungkin ada beberapa versi jawaban. Biasanya alasan yang paling sering kita dengar adalah karena bosan. Saat kita sudah merasa jenuh dengan sesuatu yang kita jalani, dengan rutinitas tertentu, potensi bosan itu pasti ada. Apalagi kalau rasanya kok begitu-begitu saja. Misalnya, saya punya rutinitas main instagram. Kadang-kadang saya juga ada perasaan bosan. Setiap hari memilih foto dari gallery handphone buat di-edit, terus di-upload di Instagram. Di sisi lain, konsisten itu juga penting bagi saya.  Nah, supaya tidak bosan kadang saya mencoba untuk mengaplikasikan cara editing yang berbeda ke foto saya, atau coba eksperimen baru dalam segi teknis fotografinya, termasuk mencoba eksplorasi tempat hunting foto baru supaya bisa mengembalikan kesenangan dan semangat untuk mem-posting sesuatu di Instagram saya lagi.

Contoh lain mungkin dari hubungan berpasangan atau pacaran. Misal ada rasa bosan atau jenuh di dalam hubungan itu wajar menurut saya. Tapi solusi mencoba hal baru di sini bukan berarti mencari pasangan baru ya. Itu cari masalah baru namanya hahaha. Menurut saya bosan itu bukan masalah yang fundamental untuk mengakhiri suatu hubungan. Jadi, mungkin perlu dianalisis lagi, apa yang bikin membosankan dalam hubungan percintaannya? Misalnya, oh, ini polanya udah kebentuk banget nih. Mulai dari chattingan, ngobrol di telefon, sampai malam mingguan makan ke mana atau nonton bioskop. Sesuatu yang sudah rutin itu memang ada kenyamanan tersendiri, tidak ada salahnya. Tapi kalau dari rutinitas itu muncul perasaan membosankan, mungkin sesekali bisa mencoba melakukan inovasi. Dalam konteks berpasangan tadi, mungkin sesekali perlu mencoba untuk pergi ke tempat-tempat baru atau melakukan aktivitas yang belum pernah dicoba bersama-sama. Misalnya pergi jalan-jalan ke museum, art gallery, menonton pertunjukan seni, ikut car free day, olah raga bareng, masak bareng, atau melakukan hal-hal lain yang dianggap baru dan bisa bikin satu sama lain happy dan ngerasa excited.

Alasan lain kenapa seseorang akhirnya memutuskan untuk mencoba hal baru adalah karena melihat peluang. Misalnya dalam konteks content creator, ada banyak platform digital yang tersedia sekarang ini mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lain-lain. Dulu sekitar tahun 2009 sampai 2014 banyak yang masih berkonsentrasi memainkan konten di Twitter. Lalu, meski sudah dirilis dari akhir tahun 2010, Instagram sendiri baru semakin ramai dimanfaatkan untuk produksi konten di  4-5 tahun belakangan ini. Belum lagi Youtube yang semakin menjadi ladang bisnis sekarang ini. Lihat saja banyak public figure yang sekarang sudah banyak sekali yang punya channel Youtube sendiri dan di sana mereka bisa berkreasi menciptakan program tayangan mereka sendiri. Dengan modal popularitas, maka jumlah view dan subscriber yang tinggi lebih mudah mereka dapatkan dan ini bisa mereka konversikan menjadi uang. Mencoba hal baru di sini belum tentu berarti mereka “nyebrang” platform dan meninggalkan platform yang  sebelumnya mereka aktif gunakan. Kebanyakan para content creator, influencer, atau public figure ini lebih ke menambah kendaraan lain untuk memperluas pangsa pasar mereka. Apa yang dilihat di sini? Peluang. Di mana pasar itu berada? Apakah ada di Twitter? Apakah ada di Instagram? Apakah ada di Youtube? Dan sekarang mungkin pasar baru sedang berkembang juga di podcast.

Contoh lain misalnya dalam dunia pekerjaan. Suatu saat ada lowongan pekerjaan yang menarik dan cocok dengan keahlian kita. Bahkan kita memang sudah lama menginginkan untuk bekerja di perusahaan tersebut meski sekarang sedang bekerja di tempat yang lain. Apakah peluang itu datang di waktu yang tepat? Misalnya, kita memang lagi ngga terikat komitmen di tempat kerja yang lain. Atau, memang kita rela melepaskan pekerjaan yang sekarang kalau ternyata diterima di tempat baru tersebut. Intinya, akhirnya kita bisa memutuskan untuk mencoba hal baru saat peluang itu ada untuk kita.

Nah, saat kita akhirnya berani mengambil keputusan untuk mencoba hal baru, potensi dan risiko apa yang kita hadapi? Tentu semuanya akan kembali ke dalam bidang apa kita melakukan hal baru tersebut? Yang pasti, apa pun itu, hanya ada dua kondisi. Potensi berhasil dan risiko gagal.

Kalau berhasil ya bagus. Kalau gagal? Mungkin bisa coba lagi atau mencoba hal lain. Tapi sebenarnya kalaupun kita mengaggap kita kurang berhasil saat mencoba hal baru, kita harus bisa mengevaluasi apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang bisa diperbaiki. Jadi, sebaiknya tidak selalu langsung menyerah. Di sisi lain, mencoba hal baru juga bisa memberikan gambaran dan pengalaman bagi kita. Dalam perjalannya, akan ada pengalaman-pengalaman yang membuat kita bisa bicara ke diri kita sendiri, “Oh, this is not for me.” Kita jadi belajar, what’s working for us, and what’s not.

Saya rasa kita tidak akan terhindar dari hal-hal baru yang akan datang dalam hidup kita, termasuk untuk hal-hal yang sifatnya tidak sederhana. Saat akhirnya kita memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru, maka kita sebenarnya juga memberikan kesempatan bagi diri kita untuk berkembang sebagai seorang individu.

Mencoba hal baru mengajarkan kita untuk lebih percaya pada kemampuan diri sendiri. Kadang kita takut untuk mencoba sesuatu karena kita merasa tidak bisa, tapi ternyata tidak jarang kita hanya meng-underestimate kemampuan kita sendiri. Bahkan dari proses yang kita lewati, kita bisa mengenal diri kita lebih baik lagi. Apa yang kita kuasai, apa yang kita kurang kuasai. Menurut saya ini bekal yang bagus buat menentukan life track kita. Pengalaman dari hal-hal yang kita coba dalam perjalanan hidup kita membuat kita tidak sembarangan dalam memilih hal yang akan kita tekuni dalam hidup dan seiring kita dewasa.

Mencoba hal baru juga akan menstimulasi kreativitas kita. Kita belajar untuk berinovasi karena kita menuntut otak kita untuk berpikir di situasi yang mungkin belum pernah kita hadapi sebelumnya. Akan ada proses belajar baru yang mengasah cara kita berpikir maupun wawasan kita.

Jadi, jangan terlalu takut dengan tantangan baru karena akan ada banyak pengalaman baru yang harapannya bisa bikin kita berkembang. Yang pasti, mencoba hal barunya dalam koridor yang positif ya. Bukan mencoba hal-hal yang melanggar norma atau nilai yang kita percaya sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas.

Tulisan ini dapat didengarkan dalam Podcast “Bersegi Pandang Ep.1 #EverydayLife: Mencoba Hal Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s